Bisnis Model Canvas – 9 Langkah untuk Memaksimalkan Keuntungan

Apa itu Bisnis Model?

Dikutip dari Investopedia, model bisnis adalah sebuah cara untuk kita dapat menggambarkan bisnis yang ada di dalam pikiran kita dengan mudah dan sederhana, sehingga orang yang melihatnya dapat memahami dengan cepat. Dalam kesempatan yang berbeda, Lewis mendefinisikan bisnis model sebagai apa saja yang diperlukan untuk dapat menjelaskan cara menghasilkan uang.

Model bisnis menjadi cepat terkenal karena banyak orang yang kesulitan menceritakan bisnis yang ada di dalam pikiran mereka kepada orang lain, bahkan investor. Dengan memiliki bisnis model, kita dapat melihat bagaimana bisnis tersebut dapat memperoleh uang dan mendapatkan keuntungan. Bisnis model menjelaskan bagaimana sebuah produk atau jasa akan dijual, persiapan yang perlu dilakukan untuk memproduksinya, risiko apa saja yang akan muncul dan pengeluaran yang akan terjadi.

Tipe – Tipe Bisnis Model

Terdapat banyak sekali bisnis model yang sekarang ada di dunia. Penjualan langsung, franchise, publisher atau perusahaan iklan, serta brick and mortar adalah contoh bisnis model tradisional. Berjualan dengan melalui internet merupakan click and mortar bisnis model, yang mengombinasikan toko fisik dan toko online.

Bahkan apabila terdapat dua bisnis yang berada di dalam industri yang sama, mereka mungkin mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda, sehingga pada akhirnya akan memiliki bisnis model yang berbeda.

Coba kita lihat industri alat cukur. Perusahaan Gillete sangat ingin menjual gagang Mach3 Razor dengan harga modal, bahkan lebih murah, karena Gillete dapat menjual pisau silet Razor refill yang bisa menghasilkan keuntungan berkali – kali lipat. Model bisnis ini bergantung kepada menjual gagang Mach3 Razor dengan harga murah dan mendapatkan keuntungan besar dari penjualan pisau silet. Walaupun model bisnis ini kemudian dikenal dengan nama razor-razorblade model, tetapi model ini sebenarnya dapat diterapkan kepada seluruh bisnis model yang menjual dua barang sekaligus : barang pertama pada harga diskon, dan barang pelengkapnya pada harga yang lebih mahal. Contoh bisnis model lainnya adalah sebagai berikut.

Bisnis Model Canvas - Tipe tipe bisnis

Pengertian Bisnis Model Canvas

Bisnis model canvas  atau business model canvas, sering disebut juga BMC, adalah sebuah gambar yang mengandung sejumlah variabel yang menggambarkan nilai dari sebuah organisasi. Bisnis model canvas dapat digunakan sebagai alat bantu strategis untuk mengembangkan organisasi yang baru baru berkembang. Bahkan, model ini dapat digunakan untuk menganalisa kondisi bisnis yang sekarang sedang berjalan.

Bisnis model kanvas dikembangkan oleh seorang professor bisnis model dari Swiss yang bernama Alexander Osterwalder dan profesor manajemen sistem informasi yang bernama Yves Pigneur. Mereka menetapkan 9 kategori untuk bisnis model kanvas dari sebuah perusahaan, di mana masing – masing kategori kemudian mereka sebut sebagai sebuah blok.

Bisnis Model Canvas - Blok
Blok dalam Bisnis Model Canvas

Berdasarkan riset yang telah mereka lakukan, performa dari sebuah organisasi dapat dengan mudah ditingkatkan dengan menggunakan bisnis model kanvas. Semua hal yang terlibat dalam perkembangan dari sebuah perusahaan dibuat jelas karena aspek visualnya yang menarik. Dengan melihat dari perkembangan masing – masing blok, sebuah perusahaan dapat memperbaiki strategi ataupun struktur organisasi. Bahkan bisnis model canvas dapat digunakan untuk perusahaan – perusahaan start up untuk membuat keputusan dan tanggung jawab yang lebih jelas dari masing – masing bagiannya.

9 Langkah Menggunakan Bisnis Model Canvas

Value Proposition

Apa masalah atau kebutuhan masyarakat yang ingin kamu selesaikan? Value Proposition adalah produk atau jasa yang ditawarkan untuk menjawab masalah dan kebutuhan tersebut. Jadi value proposition bisa dibilang adalah hal terpenting yang perlu diatur karena itulah suatu alasan kenapa perusahaan bisa bertahan.

Bagaimana cara sebuah perusahaan lebih dari kompetitornya? Dengan value proposition, perusahaan tersebut dapat mengatur fokus kepada salah satu atau kedua hal berikut : kuantitas ataupun kualitas. Kuantitas berhubungan dengan harga, layanan, kecepatan ataupun banyaknya jumlah barang, sedangkan kualitas berhubungan dengan design, kepuasan nasabah ataupun customer experience. Salah satu cara untuk menemukan value proposition yang adalah mendefinisikan hal yang paling kita inginkan untuk diingat oleh customer. Misalnya Bank Central Asia adalah bank dengan dukungan teknologi internet banking terbaik.

Customer Segment

Sebuah perusahaan seringkali menawarkan produk atau jasa kepada lebih dari satu group konsumen, sehingga merupakan hal yang bijak untuk membagi kustomer dalam segmentasi. Segmentasi merupakan pilar dari masa depan bisnis kita dan kunci dari bisnis model kanvas. Dengan mengetahui kebutuhan ataupun masalah dari masing – masing grup, produk dan jasa yang kita berikan dapat menjawab masalah mereka dengan lebih spesifik. Variasi dari segmentasi adalah sebagai berikut :

#1 Mass Market : Sebuah perusahaan yang memilih segmentasi ini ingin mendapatkan kustomer potensial yang banyak karena dia merasa bahwa produk atau jasa yang dia miliki cocok untuk kebutuhan orang – orang secara umum. Contoh produk yang cocok adalah gojek, grabcar, beras atau daging. Intinya, banyak orang yang memerlukan jasa tersebut tanpa peduli mereka dari kalangan mana.

#2 Niche Market : Segmentasi kustomer ini menekankan kepada klien mereka yang memerlukan perlakuan dan kebutuhan khusus. Produk yang termasuk di dalam segmentasi niche adalah mobil Ferrari.

#3 Segmented : Segmentasi kustomer ini berusaha memetakan lebih jauh dari segmen mereka yang ada saat ini berdasarkan sedikit variasi yang mungkin terjadi di lapangan, misalnya tempat tinggal atau umur.

#4 Diversify : Perusahaan dengan segmentasi diversify memungkinkan mereka untuk flexible dalam melakukan percobaan produk atau layanannya. Perusahaan mencoba menyesuaikan produk atau jasa mereka dengan segmen kostumer yang saat ini berbeda.

#5 Multi-sided Platform : Segmentasi ini melayani kostumer yang mempunyai ketergantungan antara segmen yang satu dengan segmen yang lainnya. Contohnya adalah Youtube. Youtube mempunyai 2 segmen kostumer yang saling memerlukan, yaitu Youtube Creator, yang membuat video menarik, dan Penonton Youtube, yang menikmati tayangan video yang ada di channel Youtube. Oleh karena itu, hanya dengan menarik kedua segmentasi tersebut barulah Youtube dapat berhasil. Tidak bisa hanya salah satu.

Bisnis Model Canvas - Multi Side Platform
dikutip dari yourstory.com

Baca juga : Youtuber Paling Sukses di Tahun 2018

Channels

Media yang menghubungkan antara value proposition yang ditawarkan oleh perusahaan ke segmen kostumer dikenal dengan istilah channel. Terdapat beraneka ragam channel yang dapat digunakan oleh organisasi dan pemilihan channel yang sesuai biasanya didasarkan kepada channel yang paling cepat dan efisien dalam menjangkau kostumer serta memiliki nilai investasi yang kecil. Pada dasarnya terdapat dua jenis channel, yaitu channel yang dimiliki sendiri seperti toko atau channel yang menggunakan pihak ketiga seperti distributor. Sebuah perusahaan dapat menggunakan salah satu dari channel tersebut ataupun mengombinasikannya.

Untuk sebuah perusahaan yang baru didirikan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali channel kostumer. Titik temu dengan kostumer dapat terbatas ataupun beraneka ragam tergantung dari strategi yang dimiliki perusahaan. Untuk memilih channel terbaik, sebaiknya kita memetakan seluruh channel dan mengevaluasinya dengan metode SWOT. Hasil evaluasi tersebut kita jadikan dasar untuk membangun channel yang baru.

Customer Relationship

Seluruh kostumer yang kita miliki perlu kita jaga dengan baik. Caranya bagaimana? Kita harus memilih jenis hubungan yang dimiliki dengan segmen kostumer untuk membuat keuangan yang sukses dan berkesinambungan. Customer Relationship dapat dikategorikan menjadi :

#1 Personal Assistance : Ini merupakan jenis hubungan dimana perusahaan tersebut memiliki interaksi secara langsung dengan kostumer mereka. Perusahaan memiliki sentuhan manusia dengan kostumer melalui pendampingan saat sebelum penjualan, saat penjualan terjadi ataupun setelah penjualan terjadi.

#2 Dedicated Personal Assistance : Ini terjadi ketika sebuah perusahaan memiliki hubungan yang sangat dekat ataupun intim dengan kostumer mereka. Pegawai dari perusahaan tersebut ditugaskan untuk melayani sekelompok kostumer sehingga bertanggung jawab langsung dengan kepuasan pelanggan.

#3 Self – Service : Perusahaan berusaha menciptakan sebuah set petunjuk dan panduan dimana kostumer dapat melayani diri mereka sendiri.

#4 Automated Services : Hal ini terjadi ketika perusahaan menciptakan robot dengan preferensi atas pengalaman melayani customer saat ini dan mengembangkannya sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

#5 Communities : Meningkatnya pengunaan internet memungkinkan perusahaan untuk menciptakan komunitas online. Komunitas online meningkatkan pengalaman dan kepuasan pelanggan karena mereka saling dapat menceritakan dan membantu satu sama lain.

#6 Co Creation : Kostumer berhubungan langsung dengan produk atau jasa yang dia gunakan.

Revenue Stream

Sumber pendapatan merupakan sebuah metodologi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui harga wajar yang ada dalam pikiran kostumer mereka dalam membeli produk atau jasanya. Sumber pendapatan dari perusahaan dapat digolongkan menjadi penjualan produk, usage fee, subscription fee, leasing, license, brokerage fee ataupun perusahaan iklan. Ketika memutuskan sumber pendapatan yang ingin diperoleh perusahaan, ada baiknya untuk mengenali harga yang wajar melalui serangkaian evaluasi. Evaluasi ini harus melalui metode trial dan error dan yang paling penting  perusahaan harus tetap untung sehingga umur perusahaan dapat panjang.

Key Activites

Bisnis Model Canvas - Blok KEY ACTIVITIES

Blok ini menggambarkan seluruh aktivitas yang perlu dilakukan perusahaan untuk menciptakan produk atau jasanya. Seorang entrepreneur perlu mulai merekap seluruh aktivitas yang relevan dengan bisnis yang dimiliki. Setelah rekap dilakukan, kita perlu mengevaluasinya dengan menambahkan atau mengurangi beberapa aktivitas dan menilai dampak atas perubahan aktivitas tersebut. Dampak yang baik perlu kita pertahankan sehingga kinerja perusahaan meningkat.

Key Resources

Blok ketujuh ini menggambarkan sumber daya yang diperlukan perusahaan untuk berproduksi. Mereka dapat dikategorikan menjadi sumber daya fisik, intelektual, keuangan ataupun sumber daya manusia. Sumber daya fisik terdiri dari aset yang dimiliki berupa peralatan. Sumber daya intelektual termasuk di dalamnya seperti patent, brand atau merek serta pengetahuan praktis yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya keuangan berhubungan dengan pembiayaan yang menjadi modal kerja perusahaan dan juga sumber pendapatan dan sumber daya manusia berhubungan erat dengan karyawan.

Key Partnership

Baik perusahaan yang baru (start up) ataupun perusahaan yang telah lama berdiri adalah sebuah hal yang penting untuk menciptakan aliansi dengan mitra mereka. Caranya adalah mengombinasikan pengetahuan dan keahlian masing – masing sehingga dapat bersaing dengan komptetitor. Informasi penting yang perlu dimiliki adalah mengetahui mitra mana yang perlu untuk diperjuangkan.

Cost Structure

Dengan mengetahui struktur biaya, kita dapat mengerti komponen yang paling membebani perusahaan, misalnya harga alat yang terlalu mahal atau biaya sewa kantor yang terlalu besar, pemakaian listrik yang berlebihan dan lain sebagainya. Dengan mengerti mengenai struktur biaya ini, kita dapat mengetahui komponen apa yang sebenarnya penting dan yang kurang penting. Melalui evaluasi yang baik, kita dapat mengurangi biaya dari komponen yang kurang penting, namun tidak mempengaruhi produksi sehingga nantinya keuntungan perusahaan akan meningkat. Seringkali pilihan yang diambil perusahaan adalah menghilangkan sejumlah key resources yang memiliki biaya besar tapi memiliki dampak minimal.

Template Bisnis Model Canvas dalam .pdf, .word, .pptx, dan .jpg

Studi Kasus – Bisnis Model Canvas Gojek

Bisnis Model Canvas - Studi Kasus Gojek

Kalau berdasarkan analisa dari howieandbelle.com, gambar di atas dapat menggambarkan secara singkat model bisnis canvas dari gojek (perusahaan ojek online pertama di Indonesia). Apakah kalian sependapat atau kalian memiliki model sendiri? Komen di bawah ya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.